Secara objektif, ane emang menikmati banget 2 bulan yg berkesan itu. Walaupun ane musti pindah2 tempat tinggal karena cuma modal numpang sana-sini. Makan pun demikian. Modal dari perusahaan sekali mana cukup sih ngisi perut yg udah kosong seharian. Maka dari itu, kebetulan ane ikutan proyek KRL, kemudian diterima dan voila.... periode PKL ane adalah satu-satunya yang melakukan perpanjangan menjadi 3 bulan. Alhamdulillah atau masya alloh ya? ya kudu Alhamdulillah atuh!
Nah, dalam periode 2 bulan itu,kita (biasanya) diharuskan mengisi jurnal yang nantinya, jika agan/agantwati pkl di Institusi BUMN kaya yang ane alami, jurnal tersebut bakaljadi tolok ukur buat hasil nilai di sertifikat.
Jurnal juga bisa dijadikan kerangka laporan loh! dan bikin laporan adalah ending seluruh rangkaian kegiatan yang agan/aganwati lakukan. So, kebetulan anak2stm emang doyan copy-paste-printout-jual, ane persembahkan Susunan Laporan PKLini dengan bangga. Check it all! (tapi jangan ngarep ada gambar, karena pengambila gambar dengan cara apapun (capture/video) dilarang di perusahaan ini!
Sekolah
Menengah Kejuruan adalah salah satu sistem pendidikan yang menitikberatkan pada
proses ‘bagaimana’ mempersiapkan peserta didiknya menjadi tenaga kerja, dengan
menyeimbangkan antara pembelajaran secara teori dan kegiatan praktikum. Salah
satu kegiatan praktikum diluar sekolah adalah Praktik Kerja Industri (prakerin).
Pelaksanaan
prakerin merupakan suatu wujud sekaligus
proses pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yaitu, di sekolah dan didunia
usaha. Prakerin juga digunakan untuk objek penerapan ilmu dan pengetahuan siswa
diluar sekolah.
Berikut
adalah beberapa landasan hukum pelaksanaan prakerin.
a.
Keputusan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 080/U/1993 tentang Program Pendidikan dan
Lapangan Kerja
b.
Keputusan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.323/U/1997 tentang Penyelenggaraan PSG
c.
Peraturan
Pemeritah (PP) No. 39
Bab III Pasal 4 Butir (3). Peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan Pendidikan
Nasional dapat berbentuk pemberian kesempatan magang dan/atau latihan kerja.
d.
Kep. Mendikbud No. 4990/U/1992 Pasal 33 Butir (6)
Kerjasama SMK dengan dunia usaha bertujuan untuk
meningkatkan kesesuaian program SMK dengan kebutuhan dunia usaha yang didasarkan dengan azas saling menguntungkan.
Kerjasama SMK dengan dunia usaha antara lain meliputi Prakerin(Prakerin) dan/atau magang.
a.
Mengenal dunia
industri secara lebih nyata.
b.
Mengukur tingkat pemahaman dan pengetahuan siswa
mengenai teknik kejuruan yang dipelajarinya di sekolah.
c.
Memperluas
wawasan dan ilmu pengetahuan yang ada di dunia industri.
d.
Memahami
teknologi yang sedang dibutuhkan oleh konsumen saat ini dan yang akan datang.
e.
Memberikan
kemantapan dalam bidang kompetensi yang dipelajari agar lebih siap untuk menjadi tenaga kerja yg kompeten.
f.
Meningkatkan
kematangan pada kompetensi keahlian yang dipelajari.
a.
Bahan evaluasi
siswa dan pembaca, baik guru maupun pembimbing. Diharapkan kepada pembimbing
untuk mengoreksi kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam pembuatan laporan,
b.
Dokumentasi.
Laporan prakerin digunakan untuk dokumen dan bahan untuk CV (Curriculum Vitae) yang dapat bermanfaat dimasa yang akan datang,
c.
Sebagai bahan penilaian. Sebenarnya aspek ini adalah aspek yang sangat
penting, selain untuk bahan penilaian kedisiplinan murid, guru juga dapat menilai sampai sejauh
mana siswa dapat mencerna dan menguasai kompetensi yang telah diajarkan,
d.
Upaya berfikir sistematis. Siswa dilatih untuk
berfikir secara sistematis, berfikir secara terurut sesuai prosedur.
Manfaat
prakerin yang telah penyusun rasakan selama berada di dunia industri diantaranya
sebagai berikut
a.
Menambah
pengetahuan umum tentang dunia industri secara langsung,
b.
Menambah
informasi tentang bidang keahlian yang dipelajari,
c.
Menambah
skill/kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan,
d.
Memberikan
asusmsi dan motivasi yang positif untuk bekerja di dunia industri,
Kegiatan prakerin SMK
Angkasa 1 Margahayu yang penyusun telah dilaksanakan pada :
Waktu :
10 Maret sampai dengan 10 Mei 2014,
Tempat :Gedung
A lantai 4 Unit Bisnis Elektronika Pertahanan (UB.Elhan) PT.Len Industri (Persero).
BAB II
SEJARAH DAN PROFIL PT.LEN INDUSTRI (PERSERO)
2.1.
Latar
Belakang dan Sejarah Perkembangan Perusahaan
Didirikan sejak tahun 1965 dengan
nama unit
Produksi LEN – BPIS, Len kemudian bertransformasi menjadisebuah
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah
RI nomor 16 tahun 1991 (Lembaran Negara nomor 22 tanggal 9 Maret 1991) hingga sekarang.
PT. Len Industri (Persero) sendiri
berada dibawah koordinasi Kementrian BUMN. Sejak saat itu, Len bukan hanya merupakan kepanjangan dari Lembaga
Elektronika Nasional, tetapi telah menjadisebuah entitas bisnis profesional
dengan nama PT. Len Industri.
Maksud
dan tujuan perusahaan adalah melaksanakan dan menunjang kebijakan dan program
pemerintah dibidang Ekonomi dan
Pembangunan Nasional pada umumnya dan
khususnya dalam bidang
Industri Elektronika Industri
dan Prasarana, yang mencakup bidang-bidang Broadcasting,
Multimedia, Teknologi Informasi, Elektronika Daya, Elektronika
Energi, Jaringan Telekomunikasi, Sistem
Pengendalian dan Pengaturan, Navigasi,
Persinyalan Kereta Api,
Elektronika Kelautan (Maritim), Elektronika Penerbangan (Avionics),
Elektronika Pertahanan (Defence) baik
perangkat lunak maupun perangkat
kerasnya, selanjutnya disebut
Elektronika Industri dan
Prasarana, serta rekayasa
di bidang keteknikan lainnya
dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
Sebagai komitmen terhadap jaminan
kualitas, PT. Len Industri (Persero) mengembangkan dan menerapkan sistem
manajemen mutu berdasarkan standar ISO 9001 : 2000 secara konsisten. PT. Len
Industri (Persero) sudah meraih penghargaan – penghargaan yang luar biasa
seperti JAMSOSTEK JABAR Award 2012, Anugrah Rintisan Teknologi Industri 2009,
dan lain-lain.
Adapun visi dan
misi PT. Len Industri (Persero) adalah:
a)
Visi
“MenjadiPerusahaan Elektronika Kelas Dunia.”
b)
Misi
“Meningkatkan kesejahteraan stakeholder
melalui inovasi produk elektronika industri dan prasarana.”
Lokasi KegiatanPrakerindilakukanselamakurunwaktu 2 bulan yaitu :
Nama Perusahaan :
PT. Len Industri (Persero)
Alamat :
Jl. Soekarno Hatta no. 442 Bandung 40254
Telepon : (62-022) 5202682
Faximile :
(62-022) 5202682
Beberapa tata tertib peserta
prakerin di PT. Len Industri (Persero):
a.
Jam masuk
prakerin/kerja praktikdimulai paling lambat jam 07.40.
b.
Absensi paling
lambat ditutup jam 09.00, tetapi bila lewat dari jam 07.40 maka dianggap telat.
c.
Bagi laki-laki
yang beragama Islam, wajib mengikuti kegiatan Ta’lim pagi yang diselenggarakan oleh
bagian Fungsi Diklat dari pukul 07.40 s/d 08.45.
d.
Setiap hari
senin s/d kamis menggunakan baju seragam sesuai seragam sekolah sehari-hari.
Untuk hari jum’at bisa menggunakan baju batik, muslim, atau kemeja bebas rapi.
e.
Bagi yang
membawa kendaraan bermotor harus mempunyai SIM (Surat Izin Mengemudi) dan
membawa STNK (Surat Tanda Nomor
Kendaraan).
f.
Jam istirahat dimulai
pukul 12.00
s/d 13.00.
g.
Bersikap sopan
dan santun terhadap karyawan atau siapa pun yang berada dilingkungan PT. Len
Industri (Persero).
h.
Absensi pulang
bisa dilakukan setelah shalat Ashar atau sekitar pukul 15.30.
i.
Peserta prakerin
dapat meninggalkan ruangan kerja atau pulang pada pukul 16.30.
Struktur organisasi didefinisikan
sebagai cara organisasi
beroperasi melalui garis – garis wewenang secara
vertikal kepada
bawahannya
sesuai dengan
tugas
dan
tanggung jawabnya
masing-masing, pengambilan keputusan, dan jalur komunikasi yang digunakan
untuk mendapat informasi, laporan – laporan dan arus dokumen – dokumen
transaksi.
Sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Utama PT. Len Industri (Persero) No. 014/SKEP/DU/II/2013 Tanggal 18 Februari 2013, struktur organisasi PT. Len Industri (Persero) terdiri dari :
Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT. Len Industri (Persero)
Elektronika
pertahanan adalah sebuah unit bisnis (UB) di PT. Len Industri (Persero) yang
beregerak dibidang elektronika bidang pertahanan darat, laut, dan udara, seperti sistem
komunikasi militer, persenjataan, signaling, instalasi dan troubleshooting radar, antenna transmitter, antenna receiver,
dan lain-lain. Didalamnya juga kita akan banyak menemukan berbagai macam alat
ukur dan alat kalibrasi yang digunakan khusus untuk menentukan baik atau tidak
suatu alat yang akan diproduksi secara massal.
PT.
Len Industri merupakan pemain utama dalam industri pengembangan dan aplikasi
peralatan elektronika untuk pertahanan diIndonsesia saat ini.Len telah berhasil
mengembangkan peralatan tactical communication yang mempunyai matriks hopping
yang dirancang khusus untuk mengurangi resiko penyadapan oleh pihak lain.
selain itu, peralatan surveillance yang canggih dan combat management system
yang memberi solusi terhadap kebutuhan pertahanan di Indonesia dengan biaya yang dapat
menghemat devisa serta dukungan tenaga ahli dalam negeri untuk pemeliharaan
selama masa pengoperasian.
BAB III
LANDASAN TEORI
Dalam sistem
telekomunikasi tanpa kabel (wireless),
gelombang elektromagnerik merambat dari pemancar ke penerima melalu
ruang bebas (free space) dimana dalam sistem tersebut digunakan antenna sebagai
perantara fisik (media guided).Dalam istilah komunikasi, antenna adalah suatu
perangkat konduktor yang memiliki fungsi sebagai pengirim (receiver), penerima
(receiver), dan juga memiliki fungsi sebagai pengirim dan penerima
(transceiver).
Peranan antena sendiri
tidak lepas dari perkembangan teknologi informasi, karena kini penggunaan
antena tidak hanya terbatas pada komunikasi suara saja, tetapi sudah
terintegrasi dengan komunikasi data, gambar, dan video. Perkembangan komunikasi data
beberapa tahun belakangan kian pesat membutuhkan perkembangan perangkat fisik
yang mampu menjadijembatan komunikasi antara satu perangkat komunikasi dengan
yang lainnya.
a.
Antenna pengirim
(transmitter) adalah suatu konduktor yang berfungsi untuk merubah getaran
listrik menjadigelombang elektromagnetik (GEM), artinya antenna pengirim
berfungsi untuk mengirimkan/memancarkan sinyal informasi ke antenna penerima.
b.
Antenna penerima
(receiver) adalah suato konduktor yang berfungsi untuk mengubah gelombang
elektromagnetik menjadigetaran listrik, artinya, antenna penerima berfungsi
untuk menerima sinyal informasi yang telah dikirimkan/dipancarkan oleh antenna
pengirim.
c.
Antenna
pengririm dan penerima (transceiver) adalah suatu konduktor yang memiliki dua
fungsi, yaitu merubah getaran listrik menjadigelombang elektromagnetik (GEM)
dan merubah gelombang elektromagnetik menjadigetaran listrik dengan sama baiknya. Artinya,
antenna transceiver memiliki sifat reciprocity, satu alat memiliki fungsi
ganda, yaitu sebagai pengririm dan penerima.
Spektrum
frekuensi adalah besaran yang dimiliki oleh masing-masing jenis frekuensi
radio.Berikut
Pengklasifikasian Spektrum Frekuensi.
Frekuensi
|
Klasifikasi
Frekuensi
|
3 KHz – 30 KHz
|
VLF (Very Low Frequency)
|
30 KHz – 300 KHz
|
LF (Low Frequency)
|
300 KHz - MHz
|
MF (Medium Frequency)
|
3 MHz – 30 MHz
|
HF (High Frequency)
|
30 MHz – 300 MHz
|
VHF (Very High Frequency)
|
300 MHz–3 GHz
|
UHF (Ultra
High Frequency)
|
3 GHz – 30 GHz
|
SHF (Super High Frequency)
|
30 GHz - 300 GHz
|
EHF (Extreme High Frequency)
|
Antenna memiliki
beberapa kategori, diantaranya sebagai berikut:
a.
Omni
DirectionalAntenna
Antenna
omni directional adalah antenna yang mempunyai sudut pancaran 360º dengan daya lebih luas, namun jarak yang
pendek, tetapi meberikan layanan pada area yang luas tentunya dengan memasang AF
(audio frequency) dan RF (radio frequency)
amplifier dibeberapa titik agar memperkuat sinyal informasi yang dipancarkan.
Pada penggunaannya, antenna omni directional memiliki kelemahan, yaitu memiliki
kecenderungan untuk mengumpulkan sinyal dari antenna lain, sehingga menyebabkan
interferensi (gangguan) pada sinyal inti/pokok. Sistem kerja antenna ini adalah
mengirim dan menerima sinyal informasi secara bersamaan dari antenna pengirim
dan penerima.
b.
Directional
Antenna
Antenna
directional adalah kategori antena yang
memiliki sudut pancaran yang sempit dengan daya lebih terarah, memiliki
jangkauan pancaran yang lebih jauh, namun tidak bisa menjangkau area yang luas.
Umumnya, antenna ini hanya mengirim dan menerima sinyal informasi pada satu
arah dan biasanya digunakan pada komunikasi point to point (dari satu titik ke
satu titik yang lain) atau multiple point (dari satu titik ke beberapa titik
yang lain).
Antena Yagi digunakan secara luas
dan merupakan salah satu antena dengan desain paling sukses atau banyak
digunakan untuk aplikasi RF (radio frequency) direktif (searah). Antena
Yagi-Uda adalah nama lengkapnya, pada umumnya dikenal dengan sebutan Yagi atau
antena Yagi.
Tidak banyak orang yang mengetahui siapa sebenarnya
penemu antena Yagi. Antena Yagi ditemukan oleh Profesor Hidetsugu Yagi (1886 –
1976) dan Assistantnya yang bernama Shintaro Uda (1896 – 1976) pada tahun 1925
Hidetsugu Yagi dilahirkan diOsaka,
Japan pada tanggal 28 Januari 1886. Dia memperoleh Engineering Degree dari
Tokyo Imperial University (sekarang Tokyo University) pada usia 24 tahun.
Karirnya dimulai sebagai guru diSendai Engineering High School. Setelah
mengajar selama 4 tahun, Menteri Pendidikan Jepang saat itu, mengirimnya ke
Eropa untuk belajar.
Dalam penelitiannya, Hidetsugu Yagi dibantu oleh tim yang sangat brilian, diantaranya
Shintaro Uda dan Kinjiro Okabe. Hidetsugu Yagi dan Shintaro Uda menemukan suatu
antenna yang bisa memperbaiki arah pancaran antenna (directivity), yaitu dengan
penambahan parasitic element pada antena Dipole, berupa Reflector dan Director.
Hak paten dari Japan diperoleh pada tahun 1926 dan
dari Amerika diperoleh pada 24 Mei 1932. Sejak itu, antena Yagi-Uda digunakan secara
komersial mulai tahun 1933. Profesor Hidetsugu Yagi juga mempunyai call sign
yaitu J7AA dan merupakan anggota JARL
(Japan Amateur Radio Leaque).
Jenis antena ini sengaja dibuat untuk fokus pada satu
arah, yaitu ke depan. Pada kenyataannya, Yagi adalah
antena yang paling umum digunakan dalam aplikasi yang beroperasi diatas 10 MHz.
Antenna yagi tidak cocok untuk broadcast dan FM, karena jenis antenna untuk
broadcast/FM membutuhkan sudut pancaran yang
luas.
a.
Pola Radiasi Antena Yagi
Antena
mempunyai karakteristik tersendiri yang disebut Pola Radiasi. Pola Radiasi
antena yagi adalah 'Direksional'. Artinya perambatan sinyal dari antena ini
hanya terletak pada satu arah garis lurus. Jika terjadikemiringan sudut dari
antena pemancar atau sumber sinyal, maka sinyal yang terjadiakan menjadikurang
bagus.
b.
Direktivitas antenna yagi
Direktivitas merupakan kemampuan
untuk memusatkan energi pada satu arah secara khusus. Karena antenna yagi
merupakan antenna directional, maka pemusatan energi hanya terjadipada satu
arah. Karena salah satu fungsi dasar dari antena pemancar adalah untuk
mendapatkan energi dari pengirimmaka direktivitas dangan penting untuk
memusatkan sebagian besar energi yang
dipancarkan ke arah yang diinginkan.
c.
Gain
Antenna disebut memiliki keuntungan
jika kekuatan sinyal input sama dengan sinyal output. Gain dapat diartikan
sebagai parameter yang mengukur tingkat directivity (memusatkan energi). Gain
dapat berbentuk perbandingan (rasio),
d.
Reciprocity
Reciprocity
merupakan kemampuan antenna untuk mengirimkan dan menerima sinyal informasi
dengan sama baik. Antenna yagi yang diharapkan kurang lebih sama. Yaitu
memiliki kemampuan sama baiknya saat mengirim maupun menerima informasi.
Konektor/jack
adalah suatu perangkat keras yang berfungsi untuk menghubungkan/menyambungkan kabel
(media) dengan perangkat pengirim atau penerima. Berikut adalah beberapa konektor
yang digunakan pada antenna.
Gambar 3.1 Konektor Antenna jenis M male
Gambar 3.2 Konektor Antenna jenis N male
3.8.
Jenis-Jenis Gangguan dalam Sistem KomunikasiAntenna.
Gangguan
dalam pengiriman/penerimaan sinyal dapat terjadi. baik dari gangguan alat
(internal), maupun gangguan cuaca (eksternal). Berikut adalah beberapa
masalah/gangguan internal yang sering terjadidalam pengiriman/penerimaan
sinyal.
a.
Noise (derau), adalah suatu gangguan sinyal yang bersifat
akustik (suara) yang hadir dari sinyal lain yang tidak diinginkan. Noise akan
menyebabkan sinyal asli menjaditidak terdengar jelas atau bahkan sinyal asli
tidak dapat disampaikan. Sinyal pengganggu tersebut dapat berasal sinyal yang disisipkan
pada antenna itu sendiri,
b.
Distorsi atau cacat gelombang, adalah gangguan informasi
yang diterima tidak sama dengan yang dikirimkan yang disebabkan oleh penguatan
dan input yang berlebih. Biasanya, satuan yang digunakan dalam menentukan
besaran distorsi adalah persen (%), upaya pencegahan dapat dilakukan
dengan cara menyesuaikan daya amplifier,
c.
Attenuasi (redaman), mengacu pada pelemahan sinyal (loss
power) selama berlangsungnya proses transmisi. Jika sinyal mengalir terlalu
jauh, kualitas sinyal akan menurun, sehingga stasiun penerima tidak dapat
menampilkan/menginterpretasikannya.dalah satu cara untuk mengatasinya
adalah dengan cara memperkuat
amplifier/repeater,
d.
Intermodulasi, ketika sinyal pada frekuensi yang berbeda
harus berbagi media/perangkat
transmisi yang sama, maka akan menghasilkan intermodulasi. Mengatasi
intermodulasi dapat dilakukan dengan cara menggunakan satu antenna untuk satu
perangkat/frekuensi,
e.
Crosstalk (cacat suara), crosstalk dapat dialami oleh siapa
saja ketika menggunakan telepon. Ini disebabkan oleh penggabungan sinyal
elektrik antara twisted pair atau kabel koaksial. Crosstalk juga dapat terjadiketika
antenna microwave mengambil sinyal lain, meskipun antenna yang digunakan sudah diarahkan
pada frekuensi yang telah ditentukan. cara mengatasinya dengan
memperbesar jarak antar elemen sebanyak ¼ dari λ elemen itu sendiri.
Gambar 3.3
Skema Kabel Koaksial
Kabel koaksial adalah kabel yang
memiliki dua buah konduktor,konduktor pertama disebut copper, konduktor kedua
terbuat dari serabut tembaga yang melingkar diluar insulator pertama.
a.
Thick Coaxial(Radio Guide 8)
Ø Mampu
menjangkau bentangan maksimum 500 meter,
Ø Impedansi
50 Ω,
Ø Dimensi
lebih besar.
b.
Thin Coaxial (Radio Guide 58)
Ø Mampu menjangkau bentangan maksimm
200 meter,
Ø Impedansi 50 Ω,
Ø Dimensi lebih kecil.
SWR adalah alat
untuk mengukur seberapa besar impedansi antenna kita dengan kabel koaksial. Karena yang diukur
adalah antenna, secara ideal,
pengukuan haruslah dilakukan pada antenna yang sudah diinstal diatas penyangga,
baik tower maupun tiang tunggal. Kemudian berkembang pengukuran dilakukan diujung
bawah kabel koaksial yang bertujuan untuk memudahkan dan membuat pengukuran
lebih praktis, sehingga teknisi tidak perlu sering naik turun tower.
Namun pengukuran yang dilakukan sebelum
menginstal antenna diatas towersebenarnya lebih sulit, sebab yang diukur bukan
antenna secara langsung dan teknisi dituntut untuk lebih memahami pengetahuan dasar yang lengkap tentang
fenomena dan perubahan baik tentang cuaca maupun antenna itu sendiri.
Untuk lebih jelasnya tentang penggunaan SWR
meter akan diuraikan dibab pembahasan.
Elemen dari antenna Yagi terdiri dari
:
a.
Driven
Driven adalah titik catu dari kabel
antenna, biasanya panjang fisik driven adalah setengah panjang gelomabang (0,5
λ) dari frekuensi radio yang dipancarkan atau diterima.
|
Misal :
Diketahui
: f = 30 MHz atau 30 x 107Hz
C = 3
x 108(kecepatan cahaya dalam m)
λ = Panjang Gelombang (lambda)
Jika λ = C
: f
Maka λ= 3 x 108 : 30 x 107
λ = 1 m
Panjang driven
= 0,5 x λ
= 0,5 x 1 m = 50 cm
|
b.
Reflector
Reflector adalah bagian belakang antenna
yang berfungsi sebagai pemantul sinyal dengan panjang fisik lebih panjang dari
pada driven, biasanya panjang reflector adalah 0.495 x λ. Terbuat dari konduktor alumunimum yang berbentuk silinder/pipa.
|
Misal
Diketahui
: f = 30 MHz atau 30 x 107Hz
C = 3
x 108(kecepatan cahaya dalam m)
λ = Panjang Gelombang (lambda)
Jika λ = C
: f
Maka λ= 3 x 108 : 30 x 107
λ = 1 m
Panjang reflektor = 0,495 x
λ
= 0,495 x 1m = 49,5 cm
|
c.
Director
Director adalah bagian pengarah antenna, panjang
elemen director adalah 0.440
λ dan Jarak antar
direktor = 0,308 λ.
|
Misal :
Diketahui
: f = 30 MHz atau 30 x 107Hz
C = 3
x 108(kecepatan cahaya dalam m)
λ = Panjang Gelombang (lambda)
Jika λ = C
: f
Maka λ= 3 x 108 : 30 x 107
λ = 1 m
Panjang
director1 =
0.440 x λ
= 0.440 x 100 cm = 44 cm
Panjang
director2 = 0.435 x λ
= 0.435 x 100 cm = 43,5
|
Panjang
director seterusnya (3,4,5 dst) sebagai berikut :
a.
Director ke 3 = 0.430 xλ
b.
Director ke 4 =
0,425 x λ
c.
Director ke 5 =
0,420 x λ
Dan seterusnya,jika
ingin membangun antena dengan elemen director yang lebih
banyak, maka
panjang director
harus faktor dari 0,005 lebih pendek berturut-turut.
Penambahan batang director akan menambah gain antenna, namun
akan membuat pola pengarahan antenna lebih sempit. Semakin banyak jumlah
director, arah pancaran akan semakin meruncing dan sudut pancaran semakin
sempit. Jika antenna bergeser sedikit saja, kualitas penerimaan dan pemancaran
akan kurang baik. Director biasanya terbuat dari konduktor alumunimum yang berbentuk
silinder/pipa dengan jari-jari sama seperti reflector.
d.
Boom
Boomadalah bagian ditempatkannya driven, reflector dan director.
Boom berbentuk sebatang logam atau kayu yang panjangnya sepanjang antenna itu.
Antena Yagi, juga memiliki spasi (jarak) antara elmen. Pada umumnya jaraknya
sama yaitu 0,1 λ dari frekuensi.
Berikut spesifikasi umumantenna yagi menurut standar National
Bureau Standarization :
a.
Jari-jari elemen
= 0,0085 λ
b.
Panjang panjang
elemen pemantul (reflector) = 0, 475 λ
c.
Jumlah elemen 15
(termasuk reflektor dan director)
d.
Panjang elemen director
= 0,465 λ dan kelipatannya.
e.
Jarak antar
direktor = 0,308 λ
Gambar 4.1
Skema Antenna Yagi
VSWR (Voltage Standing Wave Ratio)adalah perbandingan antara
amplitudo gelombang berdiri (standing wave) maksimum (Vmaks) dengan
minimum(Vmin). SWR akan terjadijika impedansi pada
kabel koaksial tidak sesuai dengan receiver/transmiter maka akan timbul daya
refleksi (reflected power)
pada kabel yang berinterferensi dengan daya maju (forward power) interferensi
ini menghasilkan gelombang berdiri yang besarnya bergantung pada daya refleksi.
Rasio /perbandingan yang diharapkan tentunya adalah 1:1, artinya energi yang dipancarkan
tersalurkan seluruhnya ke antenna.
Berikut langkah-langkah pengoperasian yang kamilakukanberdasarkanprosedur
manual SWR Meter.
a.
Menyiapakan alat-alat
seperti SWR Power Meter, kabel jumperyang telah dipasangi konektor jenis ‘M male’
pada kedua ujungnya, kabel koaksial yang terhubung ke antenna yagi, HF TRx unit,
power supply, dan microphone.
Agar lebih jelas, dibawah ini terdapat gambar dan nama alat yang harus dipersiapkan
kerika akan mengukur SWR Meter sebuah Antenna. Untuk gambar alat-alat kerja
terlampir.
b.
Menyalakan power supply ke AC port,
c.
Setting power
supply di13,8 VDC, karena daya yang dibutuhkan agar TRx bekerja adalah 13,8 VDC,
d.
Menyambungkan
kabel power DC ke HF TRx,
e.
Sambungkan
microphone dengan RF TRx,
f.
Menyalakan HF
Transceiver, kemudianmenyettingfrekuensidi30
MHz,
g.
Menggunakan daya standar RF TRx,
yaitu 9 watt. Standar yang dimaksud
adalah daya standar yang digunakan untuk melakukan pengujian antenna,
h.
Menghubungkan
kabel jumper. Konektor ‘a’ ke SWR meter yang bertuliskan ‘TR’, dan konektor ‘b’
ke RF TRx,
i.
Setting SWR
Power Meter pada 20 watt, gunakan selektor standar AVG (Average),
j.
Menekan PCC
button yang terdapat pada mic, lalu inilah hasil pengukuran SWR Power Meter.
Dari hasil pengukuran antenna dapat disimpulkan bahwa
:
1. VSWR
adalah 1, dihasilkan dari perpotongan antara jarum penunjuk ‘forward’ dan
‘reflected’. Daya reflected ada, namunsangatsedikit,
2. Daya
yang dipancarkan adalah 7,5 watt dari 9 watt daya total,
3. Jumlah
daya reflected sangat kecil, kurang dari 0,2 watt,
4. Kehilangan
daya mungkin terjadiakibat kurangnya power amplifier pada RF TRx, dan panjang kabel koaksial yang terlalu panjang.
5.1
Kesimpulan
Komunikasi
memang menjadi kebutuhan primer saat ini. Semakin canggih suatu alat, maka
perawatannya pun akan semakin rumit. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan untuk
berbagi informasi, baik mengirimkan atau menerima informasi yang cepat dan
akurat juga perlu diperhatikan.
Kesiapan
alat troubleshooting menjadihal pokok yang harus diperhatikan. Jangan sampai
terjadiketidaksesuaian alat dengan media pendukungnya. Jika suatu antenna akan diperbarui,
maka alat pendukungnya pun harus diperbarui.
Kecepatan
dan bandwidth yang tinggi dalam berkomunikasi saat ini memang sangat dibutuhkan, maka dari itu, diciptakanlah
perangkat/media transmisi yang menawarkan kecepatan dan bandwidth yang tinggi.
Namun pertanyaannya, jika semua peralatan canggih telah kita miliki, seberapa
efektif-kah kita menggunakan alat tersebut.
Maka dari
itu, kegiatan pengecekan antenna yagi
merupakan hal yang harus dilakukansecara
berkala, karena ketidaksesuaian dan penurunan kualitas media transmisi pasti
akan terjadi. Mengetahui jenis-jenis gangguan dan menguasai cara troubleshooting
juga diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dalam komunikasi.
Dalam
proses komunikasi tidak terlepas dari gangguan, baik gangguan dari dalam maupun
dari luar. Maka dari itu, antisipasi perlu dilakukan, seperti menyediakan
cadangan antenna.
1.
Pemilihan
elemen antena yagi sebaiknya menggunakan
bahan yang memiliki konduktivitas lebih baik,
2.
Pengukuran
dilakukan sebaiknya diruangan tertutup,
3.
Bagian-bagian antenna juga harus diperhatikan. Gunakan
cairan anti karat pada logam/elemen, jika perkaratan telah terjadi, lakukan
pergantian elemen. Memang beberapa elemen bersifat korosif terhadap cuaca, namun
mencegah adalah cara terbaik,
4.
Placing/penempatan antenna harus pada ketinggian strategis.
Ketinggian antenna akan mempengaruhi efektivitas pengiriman/penerimaan sinyal,
5.
Tempatkan
antenna pada area yang terbuka, jauh dari halangan gedung tinggi, pohon besar,
bangunan lain yang menyebabkan terhambatnya proses komunikasi.
B.
Saran dan Masukan Untuk
Sekolah
Sebenarnya ini
sebuah kebetulan, karena Kompetensi Keahlian Teknik Transmisi Telekomunikasi
sedang memproduksi antenna Televisi Indoor, kamimenyarankan agar memproduksi
Antenna Yagi Outdoor. Insya Allah, jika dibutuhkan, kami siap membantu apa yang
kami bisa.
Daftar Pustaka
Aqib, Zainal.
Drs. M.Pd. 2004. Karya Tulis Ilmiah. Bandung : Yrama Widya.
Pusat Bahasa
Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia Cetakan Ketiga. Jakarta : Balai
Pustaka.
google.com
wikipedia.org
len.co.id
beteve.com
im-jabar.blogspot.com/spektrum-frekuensi-radio.html
infodicky.blogspot.com/
library.polmed.ac.id/desain-antenna.html
ilhamsetyawarman.blogspot.com/antenna.html
imuzcorner.com/penyusunan-daftar-pustaka-yang-benar.html
gan sebenarnya kalau kita pkl di situ bisa dinterima atau tidak?
ReplyDeleteTergantung gan, soalnya kita diharuskan ikut psikotes dan tes akademik dulu, jadi kedua tes itu menentukan diterima atau engga nya
Delete