Monday, 7 September 2015

Contoh Laporan Praktik Kerja Industri (Penyusun Original : Prime)

Ada sebuah periode kurleb 2 bulan dalam hidup, ane menghabiskan sebuah masa dimana ane musti mengenal apa yang namanya PRAKERIN/PKL. Kalo menurut ane yg emang pkl di institusi industri dan teknologi, emang bener2 kerasa banget apa itu persaingan, kerjasama tim, kebersamaan dalam mencapai goal/target line dalam pekerjaan. Pokoknya PKL masuk jajaran pengalaman hidup paling berkesan.
Secara objektif, ane emang menikmati banget 2 bulan yg berkesan itu. Walaupun ane musti pindah2 tempat tinggal karena cuma modal numpang sana-sini. Makan pun demikian. Modal dari perusahaan sekali mana cukup sih ngisi perut yg udah kosong seharian. Maka dari itu, kebetulan ane ikutan proyek KRL, kemudian diterima dan voila.... periode PKL ane adalah satu-satunya yang melakukan perpanjangan menjadi 3 bulan. Alhamdulillah atau masya alloh ya? ya kudu Alhamdulillah atuh!
Nah, dalam periode 2 bulan itu,kita (biasanya) diharuskan mengisi jurnal yang nantinya, jika agan/agantwati pkl di Institusi BUMN kaya yang ane alami, jurnal tersebut bakaljadi tolok ukur buat hasil nilai di sertifikat.
Jurnal juga bisa dijadikan kerangka laporan loh! dan bikin laporan adalah ending seluruh rangkaian kegiatan yang agan/aganwati lakukan. So, kebetulan anak2stm emang doyan copy-paste-printout-jual, ane persembahkan Susunan Laporan PKLini dengan bangga. Check it all! (tapi jangan ngarep ada gambar, karena pengambila gambar dengan cara apapun (capture/video) dilarang di perusahaan ini!


Sekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu sistem pendidikan yang menitikberatkan pada proses ‘bagaimana’ mempersiapkan peserta didiknya menjadi tenaga kerja, dengan menyeimbangkan antara pembelajaran secara teori dan kegiatan praktikum. Salah satu kegiatan praktikum diluar sekolah adalah Praktik Kerja Industri (prakerin).
Pelaksanaan prakerin  merupakan suatu wujud sekaligus proses pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yaitu, di sekolah dan didunia usaha. Prakerin juga digunakan untuk objek penerapan ilmu dan pengetahuan siswa diluar sekolah.
Berikut adalah beberapa landasan hukum pelaksanaan prakerin.
a.                   Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 080/U/1993 tentang Program Pendidikan dan Lapangan Kerja
b.                  Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.323/U/1997 tentang Penyelenggaraan PSG
c.                   Peraturan Pemeritah (PP) No. 39 Bab III Pasal 4 Butir (3). Peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan Pendidikan Nasional dapat berbentuk pemberian kesempatan magang dan/atau latihan kerja.
d.                  Kep. Mendikbud No. 4990/U/1992 Pasal 33 Butir (6)
Kerjasama SMK dengan dunia usaha bertujuan untuk meningkatkan kesesuaian program SMK dengan kebutuhan dunia usaha yang didasarkan dengan azas saling menguntungkan. Kerjasama SMK dengan dunia usaha antara lain meliputi Prakerin(Prakerin) dan/atau magang.

a.              Mengenal dunia industri secara lebih nyata.
b.             Mengukur  tingkat pemahaman dan pengetahuan siswa mengenai teknik kejuruan yang dipelajarinya di sekolah.
c.              Memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan yang ada di dunia industri.
d.             Memahami teknologi yang sedang dibutuhkan oleh konsumen saat ini dan yang akan datang.
e.              Memberikan kemantapan dalam bidang kompetensi yang dipelajari agar lebih siap untuk menjadi tenaga kerja yg kompeten.
f.              Meningkatkan kematangan pada kompetensi keahlian yang dipelajari.
a.                   Bahan evaluasi siswa dan pembaca, baik guru maupun pembimbing. Diharapkan kepada pembimbing untuk mengoreksi kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam pembuatan laporan,
b.                  Dokumentasi. Laporan prakerin digunakan untuk dokumen dan bahan untuk CV (Curriculum Vitae) yang dapat bermanfaat dimasa yang akan datang,
c.                   Sebagai bahan penilaian. Sebenarnya aspek ini adalah aspek yang sangat penting, selain untuk bahan penilaian kedisiplinan murid, guru juga dapat menilai sampai sejauh mana siswa dapat mencerna dan menguasai kompetensi yang telah diajarkan,
d.                  Upaya  berfikir sistematis. Siswa dilatih untuk berfikir secara sistematis, berfikir secara terurut sesuai prosedur.
Manfaat prakerin yang telah penyusun rasakan selama berada di dunia industri diantaranya sebagai berikut
a.                   Menambah pengetahuan umum tentang dunia industri secara langsung,
b.                  Menambah informasi tentang bidang keahlian yang dipelajari,
c.                   Menambah skill/kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan,
d.                  Memberikan asusmsi dan motivasi yang positif untuk bekerja di dunia industri,
            Kegiatan prakerin SMK Angkasa 1 Margahayu yang penyusun telah dilaksanakan pada :
Waktu             : 10 Maret sampai dengan 10 Mei 2014,
Tempat            :Gedung A lantai 4 Unit Bisnis Elektronika Pertahanan   (UB.Elhan) PT.Len Industri (Persero).

BAB II

SEJARAH DAN PROFIL PT.LEN INDUSTRI (PERSERO)

2.1.   Latar Belakang dan Sejarah Perkembangan Perusahaan
Didirikan sejak tahun 1965 dengan nama unit Produksi LEN – BPIS, Len kemudian bertransformasi menjadisebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah RI nomor 16 tahun 1991 (Lembaran Negara nomor 22 tanggal 9 Maret 1991) hingga sekarang. PT. Len Industri (Persero) sendiri berada dibawah koordinasi Kementrian BUMN. Sejak saat itu, Len bukan hanya merupakan kepanjangan dari Lembaga Elektronika Nasional, tetapi telah menjadisebuah entitas bisnis profesional dengan nama PT. Len Industri.
Maksud dan tujuan perusahaan adalah melaksanakan dan menunjang kebijakan dan program pemerintah dibidang Ekonomi  dan Pembangunan Nasional pada umumnya dan  khususnya  dalam  bidang  Industri  Elektronika  Industri  dan  Prasarana,  yang mencakup bidang-bidang Broadcasting, Multimedia, Teknologi Informasi, Elektronika Daya,  Elektronika  Energi,  Jaringan  Telekomunikasi,  Sistem  Pengendalian  dan Pengaturan,  Navigasi,  Persinyalan  Kereta  Api,  Elektronika  Kelautan  (Maritim), Elektronika  Penerbangan  (Avionics),  Elektronika  Pertahanan (Defence)  baik  perangkat  lunak maupun  perangkat  kerasnya,  selanjutnya  disebut  Elektronika  Industri  dan  Prasarana, serta  rekayasa  di bidang  keteknikan  lainnya  dengan  menerapkan  prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
Sebagai komitmen terhadap jaminan kualitas, PT. Len Industri (Persero) mengembangkan dan menerapkan sistem manajemen mutu berdasarkan standar ISO 9001 : 2000 secara konsisten. PT. Len Industri (Persero) sudah meraih penghargaan – penghargaan yang luar biasa seperti JAMSOSTEK JABAR Award 2012, Anugrah Rintisan Teknologi Industri 2009, dan lain-lain.
Adapun visi dan misi PT. Len Industri (Persero) adalah:
a)         Visi
 “MenjadiPerusahaan Elektronika Kelas Dunia.”
b)         Misi
Meningkatkan kesejahteraan stakeholder melalui inovasi produk elektronika industri dan prasarana.”
Lokasi KegiatanPrakerindilakukanselamakurunwaktu 2 bulan yaitu :
Nama   Perusahaan      : PT. Len Industri (Persero)
Alamat                                    : Jl. Soekarno Hatta no. 442 Bandung 40254
Telepon                       : (62-022) 5202682
Faximile                      : (62-022) 5202682
Home Page http          : www.len.co.id
Beberapa tata tertib peserta prakerin di PT. Len Industri (Persero):
a.       Jam masuk prakerin/kerja praktikdimulai paling lambat jam 07.40.
b.      Absensi paling lambat ditutup jam 09.00, tetapi bila lewat dari jam 07.40 maka dianggap telat.
c.       Bagi laki-laki yang beragama Islam, wajib mengikuti kegiatan Ta’lim pagi yang diselenggarakan oleh bagian Fungsi Diklat dari pukul 07.40 s/d 08.45.
d.      Setiap hari senin s/d kamis menggunakan baju seragam sesuai seragam sekolah sehari-hari. Untuk hari jum’at bisa menggunakan baju batik, muslim, atau kemeja bebas rapi.
e.       Bagi yang membawa kendaraan bermotor harus mempunyai SIM (Surat Izin Mengemudi) dan membawa STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).
f.       Jam istirahat dimulai pukul 12.00 s/d 13.00.
g.      Bersikap sopan dan santun terhadap karyawan atau siapa pun yang berada dilingkungan PT. Len Industri (Persero).
h.      Absensi pulang bisa dilakukan setelah shalat Ashar atau sekitar pukul 15.30.
i.        Peserta prakerin dapat meninggalkan ruangan kerja atau pulang pada pukul 16.30.
Struktur organisasi didefinisikan sebagai cara organisasi beroperasi melalui garis – garis wewenang secara vertikal kepada bawahannya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, pengambilan keputusan, dan jalur komunikasi yang digunakan untuk mendapat informasi, laporan – laporan dan arus dokumen – dokumen transaksi.

Sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Utama PT. Len Industri (Persero) No. 014/SKEP/DU/II/2013 Tanggal 18 Februari 2013, struktur organisasi PT. Len Industri (Persero) terdiri dari :
Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT. Len Industri (Persero)
            Elektronika pertahanan adalah sebuah unit bisnis (UB) di PT. Len Industri (Persero) yang beregerak dibidang elektronika bidang pertahanan darat, laut, dan udara, seperti sistem komunikasi militer, persenjataan, signaling, instalasi dan troubleshooting  radar, antenna transmitter, antenna receiver, dan lain-lain. Didalamnya juga kita akan banyak menemukan berbagai macam alat ukur dan alat kalibrasi yang digunakan khusus untuk menentukan baik atau tidak suatu alat yang akan diproduksi secara massal.
            PT. Len Industri merupakan pemain utama dalam industri pengembangan dan aplikasi peralatan elektronika untuk pertahanan diIndonsesia saat ini.Len telah berhasil mengembangkan peralatan tactical communication yang mempunyai matriks hopping yang dirancang khusus untuk mengurangi resiko penyadapan oleh pihak lain. selain itu, peralatan surveillance yang canggih dan combat management system yang memberi solusi terhadap kebutuhan pertahanan di Indonesia dengan biaya yang dapat menghemat devisa serta dukungan tenaga ahli dalam negeri untuk pemeliharaan selama masa pengoperasian.

BAB III

LANDASAN TEORI

Dalam sistem telekomunikasi tanpa kabel (wireless),  gelombang elektromagnerik merambat dari pemancar ke penerima melalu ruang bebas (free space) dimana dalam sistem tersebut digunakan antenna sebagai perantara fisik (media guided).Dalam istilah komunikasi, antenna adalah suatu perangkat konduktor yang memiliki fungsi sebagai pengirim (receiver), penerima (receiver), dan juga memiliki fungsi sebagai pengirim dan penerima (transceiver).
Peranan antena sendiri tidak lepas dari perkembangan teknologi informasi, karena kini penggunaan antena tidak hanya terbatas pada komunikasi suara saja, tetapi sudah terintegrasi dengan komunikasi data, gambar, dan video. Perkembangan komunikasi data beberapa tahun belakangan kian pesat membutuhkan perkembangan perangkat fisik yang mampu menjadijembatan komunikasi antara satu perangkat komunikasi dengan yang lainnya.

a.                  Antenna pengirim (transmitter) adalah suatu konduktor yang berfungsi untuk merubah getaran listrik menjadigelombang elektromagnetik (GEM), artinya antenna pengirim berfungsi untuk mengirimkan/memancarkan sinyal informasi ke antenna penerima.
b.               Antenna penerima (receiver) adalah suato konduktor yang berfungsi untuk mengubah gelombang elektromagnetik menjadigetaran listrik, artinya, antenna penerima berfungsi untuk menerima sinyal informasi yang telah dikirimkan/dipancarkan oleh antenna pengirim.
c.                Antenna pengririm dan penerima (transceiver) adalah suatu konduktor yang memiliki dua fungsi, yaitu merubah getaran listrik menjadigelombang elektromagnetik (GEM) dan merubah gelombang elektromagnetik menjadigetaran listrik dengan sama baiknya. Artinya, antenna transceiver memiliki sifat reciprocity, satu alat memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai pengririm dan penerima.
Spektrum frekuensi adalah besaran yang dimiliki oleh masing-masing jenis frekuensi radio.Berikut Pengklasifikasian Spektrum Frekuensi.
Frekuensi
Klasifikasi Frekuensi
3 KHz – 30 KHz
VLF (Very Low Frequency)
30 KHz – 300 KHz
LF (Low Frequency)
300 KHz - MHz                               
MF (Medium Frequency)
3 MHz – 30 MHz
HF (High Frequency)
30 MHz – 300 MHz
VHF (Very High Frequency)
300 MHz–3 GHz
UHF (Ultra High Frequency)
3 GHz – 30 GHz
SHF (Super High Frequency)
30 GHz - 300 GHz
EHF (Extreme High Frequency)

Antenna memiliki beberapa kategori, diantaranya sebagai berikut:
a.               Omni DirectionalAntenna
                         Antenna omni directional adalah antenna yang mempunyai sudut pancaran 360º  dengan daya lebih luas, namun jarak yang pendek, tetapi meberikan layanan pada area yang luas tentunya dengan memasang AF (audio frequency) dan RF (radio frequency)  amplifier dibeberapa titik agar memperkuat sinyal informasi yang dipancarkan. Pada penggunaannya, antenna omni directional memiliki kelemahan, yaitu memiliki kecenderungan untuk mengumpulkan sinyal dari antenna lain, sehingga menyebabkan interferensi (gangguan) pada sinyal inti/pokok. Sistem kerja antenna ini adalah mengirim dan menerima sinyal informasi secara bersamaan dari antenna pengirim dan penerima.
b.               Directional Antenna
                         Antenna directional adalah  kategori antena yang memiliki sudut pancaran yang sempit dengan daya lebih terarah, memiliki jangkauan pancaran yang lebih jauh, namun tidak bisa menjangkau area yang luas. Umumnya, antenna ini hanya mengirim dan menerima sinyal informasi pada satu arah dan biasanya digunakan pada komunikasi point to point (dari satu titik ke satu titik yang lain) atau multiple point (dari satu titik ke beberapa titik yang lain).

Antena Yagi digunakan secara luas dan merupakan salah satu antena dengan desain paling sukses atau banyak digunakan untuk aplikasi RF (radio frequency) direktif (searah). Antena Yagi-Uda adalah nama lengkapnya, pada umumnya dikenal dengan sebutan Yagi atau antena Yagi.
Tidak banyak orang yang mengetahui siapa sebenarnya penemu antena Yagi. Antena Yagi ditemukan oleh Profesor Hidetsugu Yagi (1886 – 1976) dan Assistantnya yang bernama Shintaro Uda (1896 – 1976) pada tahun 1925
            Hidetsugu Yagi dilahirkan diOsaka, Japan pada tanggal 28 Januari 1886. Dia memperoleh Engineering Degree dari Tokyo Imperial University (sekarang Tokyo University) pada usia 24 tahun. Karirnya dimulai sebagai guru diSendai Engineering High School. Setelah mengajar selama 4 tahun, Menteri Pendidikan Jepang saat itu, mengirimnya ke Eropa untuk belajar.
Dalam penelitiannya, Hidetsugu Yagi dibantu oleh tim yang sangat brilian, diantaranya Shintaro Uda dan Kinjiro Okabe. Hidetsugu Yagi dan Shintaro Uda menemukan suatu antenna yang bisa memperbaiki arah pancaran antenna (directivity), yaitu dengan penambahan parasitic element pada antena Dipole, berupa Reflector dan Director.
Hak paten dari Japan diperoleh pada tahun 1926 dan dari Amerika diperoleh pada 24 Mei 1932. Sejak itu, antena Yagi-Uda digunakan secara komersial mulai tahun 1933. Profesor Hidetsugu Yagi juga mempunyai call sign yaitu J7AA dan merupakan anggota JARL  (Japan Amateur Radio Leaque).
Jenis antena ini sengaja dibuat untuk fokus pada satu arah, yaitu ke depan. Pada kenyataannya, Yagi adalah antena yang paling umum digunakan dalam aplikasi yang beroperasi diatas 10 MHz. Antenna yagi tidak cocok untuk broadcast dan FM, karena jenis antenna untuk broadcast/FM membutuhkan sudut pancaran yang luas.

a.        Pola Radiasi Antena Yagi
Antena mempunyai karakteristik tersendiri yang disebut Pola Radiasi. Pola Radiasi antena yagi adalah 'Direksional'. Artinya perambatan sinyal dari antena ini hanya terletak pada satu arah garis lurus. Jika terjadikemiringan sudut dari antena pemancar atau sumber sinyal, maka sinyal yang terjadiakan menjadikurang bagus.
b.        Direktivitas antenna yagi
Direktivitas merupakan kemampuan untuk memusatkan energi pada satu arah secara khusus. Karena antenna yagi merupakan antenna directional, maka pemusatan energi hanya terjadipada satu arah. Karena salah satu fungsi dasar dari antena pemancar adalah untuk mendapatkan energi dari pengirimmaka direktivitas dangan penting untuk memusatkan sebagian  besar energi yang dipancarkan ke arah yang diinginkan. 
c.        Gain
Antenna disebut memiliki keuntungan jika kekuatan sinyal input sama dengan sinyal output. Gain dapat diartikan sebagai parameter yang mengukur tingkat directivity (memusatkan energi). Gain dapat berbentuk perbandingan (rasio),
d.            Reciprocity
Reciprocity merupakan kemampuan antenna untuk mengirimkan dan menerima sinyal informasi dengan sama baik. Antenna yagi yang diharapkan kurang lebih sama. Yaitu memiliki kemampuan sama baiknya saat mengirim maupun menerima informasi.

Konektor/jack adalah suatu perangkat keras yang berfungsi untuk menghubungkan/menyambungkan kabel (media) dengan perangkat pengirim atau penerima. Berikut adalah beberapa konektor yang digunakan pada antenna.
Gambar 3.1 Konektor Antenna jenis M male

Gambar 3.2 Konektor Antenna jenis N male

3.8.            Jenis-Jenis Gangguan dalam Sistem KomunikasiAntenna.
Gangguan dalam pengiriman/penerimaan sinyal dapat terjadi. baik dari gangguan alat (internal), maupun gangguan cuaca (eksternal). Berikut adalah beberapa masalah/gangguan internal yang sering terjadidalam pengiriman/penerimaan sinyal.

a.              Noise (derau), adalah suatu gangguan sinyal yang bersifat akustik (suara) yang hadir dari sinyal lain yang tidak diinginkan. Noise akan menyebabkan sinyal asli menjaditidak terdengar jelas atau bahkan sinyal asli tidak dapat disampaikan. Sinyal pengganggu tersebut dapat berasal sinyal yang disisipkan pada antenna itu sendiri,
b.             Distorsi atau cacat gelombang, adalah gangguan informasi yang diterima tidak sama dengan yang dikirimkan yang disebabkan oleh penguatan dan input yang berlebih. Biasanya, satuan yang digunakan dalam menentukan besaran distorsi adalah persen (%), upaya pencegahan dapat dilakukan dengan cara menyesuaikan daya amplifier,
c.              Attenuasi (redaman), mengacu pada pelemahan sinyal (loss power) selama berlangsungnya proses transmisi. Jika sinyal mengalir terlalu jauh, kualitas sinyal akan menurun, sehingga stasiun penerima tidak dapat menampilkan/menginterpretasikannya.dalah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan cara memperkuat amplifier/repeater,
d.             Intermodulasi, ketika sinyal pada frekuensi yang berbeda harus berbagi media/perangkat transmisi yang sama, maka akan menghasilkan intermodulasi. Mengatasi intermodulasi dapat dilakukan dengan cara menggunakan satu antenna untuk satu perangkat/frekuensi,
e.              Crosstalk (cacat suara), crosstalk dapat dialami oleh siapa saja ketika menggunakan telepon. Ini disebabkan oleh penggabungan sinyal elektrik antara twisted pair atau kabel koaksial. Crosstalk juga dapat terjadiketika antenna microwave mengambil sinyal lain, meskipun antenna yang digunakan sudah diarahkan pada frekuensi yang telah ditentukan. cara mengatasinya dengan memperbesar jarak antar elemen sebanyak ¼ dari λ elemen itu sendiri.

3.9.         Jenis-Jenis Kabel Koaksial yang Digunakan Dalam Sistem Antenna Yagi
Gambar 3.3 Skema Kabel Koaksial


Kabel koaksial adalah kabel yang memiliki dua buah konduktor,konduktor pertama disebut copper, konduktor kedua terbuat dari serabut tembaga yang melingkar diluar insulator pertama.


a.         Thick Coaxial(Radio Guide 8)
Ø  Mampu menjangkau bentangan maksimum 500 meter,
Ø  Impedansi 50 Ω,
Ø  Dimensi lebih besar.
b.         Thin Coaxial (Radio Guide 58)
Ø  Mampu menjangkau bentangan maksimm 200 meter,
Ø  Impedansi 50 Ω,
Ø  Dimensi lebih kecil.
SWR adalah alat untuk mengukur seberapa besar impedansi antenna kita dengan kabel koaksial. Karena yang diukur adalah antenna, secara ideal, pengukuan haruslah dilakukan pada antenna yang sudah diinstal diatas penyangga, baik tower maupun tiang tunggal. Kemudian berkembang pengukuran dilakukan diujung bawah kabel koaksial yang bertujuan untuk memudahkan dan membuat pengukuran lebih praktis, sehingga teknisi tidak perlu sering naik turun tower.        
    Namun pengukuran yang dilakukan sebelum menginstal antenna diatas towersebenarnya lebih sulit, sebab yang diukur bukan antenna secara langsung dan teknisi dituntut untuk lebih memahami pengetahuan dasar yang lengkap tentang fenomena dan perubahan baik tentang cuaca maupun antenna itu sendiri.
    Untuk lebih jelasnya tentang penggunaan SWR meter akan diuraikan dibab pembahasan.


Elemen dari antenna Yagi terdiri dari :
a.                   Driven
Driven adalah titik catu dari kabel antenna, biasanya panjang fisik driven adalah setengah panjang gelomabang (0,5 λ) dari frekuensi radio yang dipancarkan atau diterima.

Misal :
Diketahui :       f = 30 MHz atau 30 x 107Hz
                         C = 3 x 108(kecepatan cahaya dalam m)
λ  = Panjang Gelombang (lambda)
Jika                  λ = C : f
Maka               λ= 3 x 108 : 30 x 107
                        λ = 1 m
Panjang driven  =  0,5 x  λ
= 0,5 x 1 m  = 50 cm

b.                  Reflector 
Reflector adalah bagian belakang antenna yang berfungsi sebagai pemantul sinyal dengan panjang fisik lebih panjang dari pada driven, biasanya panjang reflector adalah 0.495 x λ. Terbuat dari konduktor alumunimum yang berbentuk silinder/pipa.

Misal
Diketahui :       f = 30 MHz atau 30 x 107Hz
                         C = 3 x 108(kecepatan cahaya dalam m)
λ  = Panjang Gelombang (lambda)
Jika                  λ = C : f
Maka               λ= 3 x 108 : 30 x 107
                        λ = 1 m

Panjang  reflektor         =  0,495 x  λ
 = 0,495 x 1m = 49,5 cm
 


c.                   Director 
Director adalah bagian pengarah antenna, panjang elemen director adalah 0.440 λ dan Jarak antar direktor = 0,308 λ.

Misal :
Diketahui :       f = 30 MHz atau 30 x 107Hz
                         C = 3 x 108(kecepatan cahaya dalam m)
λ  = Panjang Gelombang (lambda)
Jika                  λ = C : f
Maka               λ= 3 x 108 : 30 x 107
                        λ = 1 m
Panjang  director1         =  0.440 x  λ
 = 0.440 x 100 cm = 44 cm
Panjang  director2        = 0.435 x λ
                                     = 0.435 x 100 cm = 43,5




Panjang director seterusnya (3,4,5 dst) sebagai berikut :
a.         Director ke 3        = 0.430 xλ
b.        Director ke 4         = 0,425 x λ
c.         Director ke 5         = 0,420 x λ
Dan seterusnya,jika  ingin membangun antena dengan elemen director yang lebih banyak, maka panjang director harus faktor dari 0,005 lebih pendek berturut-turut.
Penambahan batang director akan menambah gain antenna, namun akan membuat pola pengarahan antenna lebih sempit. Semakin banyak jumlah director, arah pancaran akan semakin meruncing dan sudut pancaran semakin sempit. Jika antenna bergeser sedikit saja, kualitas penerimaan dan pemancaran akan kurang baik. Director biasanya terbuat dari konduktor alumunimum yang berbentuk silinder/pipa dengan jari-jari sama seperti reflector.
d.               Boom
Boomadalah bagian ditempatkannya driven, reflector dan director. Boom berbentuk sebatang logam atau kayu yang panjangnya sepanjang antenna itu. Antena Yagi, juga memiliki spasi (jarak) antara elmen. Pada umumnya jaraknya sama yaitu 0,1 λ dari frekuensi.





Berikut spesifikasi umumantenna yagi menurut standar National Bureau Standarization :
a.       Jari-jari elemen = 0,0085 λ
b.      Panjang panjang elemen pemantul (reflector) = 0, 475 λ
c.       Jumlah elemen 15 (termasuk reflektor dan director)
d.      Panjang elemen director = 0,465 λ dan kelipatannya.
e.       Jarak antar direktor = 0,308 λ

Gambar 4.1 Skema Antenna Yagi


VSWR (Voltage Standing Wave Ratio)adalah perbandingan antara amplitudo gelombang berdiri (standing wave) maksimum (Vmaks) dengan minimum(Vmin). SWR akan terjadijika impedansi pada kabel koaksial tidak sesuai dengan receiver/transmiter maka akan timbul daya refleksi (reflected power) pada kabel yang berinterferensi dengan daya maju (forward power) interferensi ini menghasilkan gelombang berdiri yang besarnya bergantung pada daya refleksi. Rasio /perbandingan yang diharapkan tentunya adalah 1:1, artinya energi yang dipancarkan tersalurkan  seluruhnya ke antenna.
            Berikut  langkah-langkah pengoperasian yang kamilakukanberdasarkanprosedur manual  SWR Meter.
a.         Menyiapakan alat-alat seperti SWR Power Meter, kabel jumperyang telah dipasangi konektor jenis ‘M male’ pada kedua ujungnya, kabel koaksial yang terhubung ke antenna yagi, HF TRx unit, power supply, dan microphone. Agar lebih jelas, dibawah ini terdapat gambar dan nama alat yang harus dipersiapkan kerika akan mengukur SWR Meter sebuah Antenna. Untuk gambar alat-alat kerja terlampir.
b.         Menyalakan power supply ke AC port,
c.         Setting power supply di13,8 VDC, karena daya yang dibutuhkan agar TRx bekerja adalah 13,8 VDC,
d.        Menyambungkan kabel power DC ke HF  TRx,
e.         Sambungkan microphone dengan RF TRx,
f.          Menyalakan HF Transceiver, kemudianmenyettingfrekuensidi30 MHz,
g.         Menggunakan daya standar RF TRx, yaitu 9 watt. Standar yang dimaksud adalah daya standar yang digunakan untuk melakukan pengujian antenna,
h.         Menghubungkan kabel jumper. Konektor ‘a’ ke SWR meter yang bertuliskan ‘TR’, dan konektor ‘b’ ke RF TRx,
i.           Setting SWR Power Meter pada 20 watt, gunakan selektor standar AVG (Average),
j.           Menekan PCC button yang terdapat pada mic, lalu inilah hasil pengukuran SWR Power Meter.
Dari hasil pengukuran antenna dapat disimpulkan bahwa :
1.      VSWR adalah 1, dihasilkan dari perpotongan antara jarum penunjuk ‘forward’ dan ‘reflected’.  Daya reflected ada, namunsangatsedikit,
2.      Daya yang dipancarkan adalah 7,5 watt dari 9 watt daya total,
3.      Jumlah daya reflected sangat kecil, kurang dari 0,2 watt,
4.      Kehilangan daya mungkin terjadiakibat kurangnya power amplifier pada RF TRx, dan panjang kabel koaksial yang terlalu panjang.










5.1            Kesimpulan
Komunikasi memang menjadi kebutuhan primer saat ini. Semakin canggih suatu alat, maka perawatannya pun akan semakin rumit. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan untuk berbagi informasi, baik mengirimkan atau menerima informasi yang cepat dan akurat juga perlu diperhatikan.
Kesiapan alat troubleshooting menjadihal pokok yang harus diperhatikan. Jangan sampai terjadiketidaksesuaian alat dengan media pendukungnya. Jika suatu antenna akan diperbarui, maka alat pendukungnya pun harus diperbarui.
Kecepatan dan bandwidth yang tinggi dalam berkomunikasi saat ini memang sangat dibutuhkan, maka dari itu, diciptakanlah perangkat/media transmisi yang menawarkan kecepatan dan bandwidth yang tinggi. Namun pertanyaannya, jika semua peralatan canggih telah kita miliki, seberapa efektif-kah kita menggunakan alat tersebut.
Maka dari itu, kegiatan pengecekan antenna yagi  merupakan hal yang harus  dilakukansecara berkala, karena ketidaksesuaian dan penurunan kualitas media transmisi pasti akan terjadi. Mengetahui jenis-jenis gangguan dan menguasai cara troubleshooting juga diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dalam komunikasi.
Dalam proses komunikasi tidak terlepas dari gangguan, baik gangguan dari dalam maupun dari luar. Maka dari itu, antisipasi perlu dilakukan, seperti menyediakan cadangan antenna.

1.         Pemilihan elemen  antena yagi sebaiknya menggunakan bahan yang memiliki konduktivitas lebih baik,
2.         Pengukuran dilakukan sebaiknya diruangan tertutup,
3.         Bagian-bagian antenna juga harus diperhatikan. Gunakan cairan anti karat pada logam/elemen, jika perkaratan telah terjadi, lakukan pergantian elemen. Memang beberapa elemen bersifat korosif terhadap cuaca, namun mencegah adalah cara terbaik,
4.         Placing/penempatan antenna harus pada ketinggian strategis. Ketinggian antenna akan mempengaruhi efektivitas pengiriman/penerimaan sinyal,
5.         Tempatkan antenna pada area yang terbuka, jauh dari halangan gedung tinggi, pohon besar, bangunan lain yang menyebabkan terhambatnya proses komunikasi.
B.     Saran dan Masukan Untuk Sekolah
Sebenarnya ini sebuah kebetulan, karena Kompetensi Keahlian Teknik Transmisi Telekomunikasi sedang memproduksi antenna Televisi Indoor, kamimenyarankan agar memproduksi Antenna Yagi Outdoor. Insya Allah, jika dibutuhkan, kami siap membantu apa yang kami bisa.



Daftar Pustaka
Aqib, Zainal. Drs. M.Pd. 2004. Karya Tulis Ilmiah. Bandung : Yrama Widya.
Pusat Bahasa Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia Cetakan Ketiga. Jakarta : Balai Pustaka.
google.com
wikipedia.org
len.co.id
beteve.com
im-jabar.blogspot.com/spektrum-frekuensi-radio.html
infodicky.blogspot.com/
library.polmed.ac.id/desain-antenna.html
ilhamsetyawarman.blogspot.com/antenna.html
imuzcorner.com/penyusunan-daftar-pustaka-yang-benar.html














2 comments:

  1. gan sebenarnya kalau kita pkl di situ bisa dinterima atau tidak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung gan, soalnya kita diharuskan ikut psikotes dan tes akademik dulu, jadi kedua tes itu menentukan diterima atau engga nya

      Delete