Latar Belakang Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin)
Sekolah
Menengah Kejuruan adalah salah satu sistem pendidikan yang menitikberatkan pada
proses ‘bagaimana’ mempersiapkan peserta didiknya menjadi tenaga kerja, dengan
menyeimbangkan antara pembelajaran secara teori dan kegiatan praktikum. Salah
satu kegiatan praktikum diluar sekolah adalah Praktik Kerja Industri (prakerin).
Pelaksanaan
prakerin merupakan suatu wujud sekaligus
proses pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yaitu, di sekolah dan didunia
usaha. Prakerin juga digunakan untuk objek penerapan ilmu dan pengetahuan siswa
diluar sekolah.
Berikut
adalah beberapa landasan hukum pelaksanaan prakerin.
a.
Keputusan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 080/U/1993 tentang Program Pendidikan dan
Lapangan Kerja
b.
Keputusan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.323/U/1997 tentang Penyelenggaraan PSG
c.
Peraturan
Pemeritah (PP) No. 39
Bab III Pasal 4 Butir (3). Peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan Pendidikan
Nasional dapat berbentuk pemberian kesempatan magang dan/atau latihan kerja.
d.
Kep. Mendikbud No. 4990/U/1992 Pasal 33 Butir (6)
Kerjasama SMK dengan dunia usaha bertujuan untuk
meningkatkan kesesuaian program SMK dengan kebutuhan dunia usaha yang didasarkan dengan azas saling menguntungkan.
Kerjasama SMK dengan dunia usaha antara lain meliputi Prakerin(Prakerin) dan/atau magang.
a.
Mengenal dunia
industri secara lebih nyata.
b.
Mengukur tingkat pemahaman dan pengetahuan siswa
mengenai teknik kejuruan yang dipelajarinya di sekolah.
c.
Memperluas
wawasan dan ilmu pengetahuan yang ada di dunia industri.
d.
Memahami
teknologi yang sedang dibutuhkan oleh konsumen saat ini dan yang akan datang.
e.
Memberikan
kemantapan dalam bidang kompetensi yang dipelajari agar lebih siap untuk menjadi tenaga kerja yg kompeten.
f.
Meningkatkan
kematangan pada kompetensi keahlian yang dipelajari.
a.
Bahan evaluasi
siswa dan pembaca, baik guru maupun pembimbing. Diharapkan kepada pembimbing
untuk mengoreksi kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam pembuatan laporan,
b.
Dokumentasi.
Laporan prakerin digunakan untuk dokumen dan bahan untuk CV (Curriculum Vitae) yang dapat bermanfaat dimasa yang akan datang,
c.
Sebagai bahan penilaian. Sebenarnya aspek ini adalah aspek yang sangat
penting, selain untuk bahan penilaian kedisiplinan murid, guru juga dapat menilai sampai sejauh
mana siswa dapat mencerna dan menguasai kompetensi yang telah diajarkan,
d.
Upaya berfikir sistematis. Siswa dilatih untuk
berfikir secara sistematis, berfikir secara terurut sesuai prosedur.
Manfaat
prakerin yang telah penyusun rasakan selama berada di dunia industri diantaranya
sebagai berikut
a.
Menambah
pengetahuan umum tentang dunia industri secara langsung,
b.
Menambah
informasi tentang bidang keahlian yang dipelajari,
c.
Menambah
skill/kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan,
d.
Memberikan
asusmsi dan motivasi yang positif untuk bekerja di dunia industri,
Kegiatan prakerin SMK
Angkasa 1 Margahayu yang penyusun telah dilaksanakan pada :
Waktu :
Tempat :
No comments:
Post a Comment