Tuesday, 1 September 2015

Lagu Soundtrack Movie Terbaik (Mainstream Edition Part 1) Review by Prime



Seharusnya, ane posting nih tulisan 3 hari kemarin. Namun karena alasan teknis (dibaca: boke) atau keadaan keuangan yang mengalami kekeringan berkepanjangan, dan tinggal di wilayah tanpa wifi yang tak terjangkau bahkan oleh google earth, apa mau dikata, postingan ini kudu ditelantarin dulu di netbook selama 4 hari. Dan hikmahnya, ane bisa hibernasi selama itu buat mengembalikan ion tubuh yang hilang akibat berpuasa.
Mari kita kesampingkan masalah selera, gaya hidup, gaya potong rambut sampe gaya gravitasi bulan, demi menikmati isi dari blog yang umurnya masih relatif belia ini. So, awalnya ane mau keep straight buat bikin nih blog "cuman" blog yang berisi review film semua. Tapi endingnya? ya begitulah sob. Namanya juga manusia, bisa berubah, bahkan hanya dalam hitungan jari tangan pocong(?).


Semua berasal dari keinginan ane untuk berubah, merubah dan ide di sebuah jamban sederhana, ane kepikiran masalah musik.. Berubah dalam arti ingin menjadi diri sendiri yang bisanya bukan cuma jadi penonton, atau bisa dibilang pasif/silent netizen. Ane pingin jadi yang bikin aksi, informator buat orang lain yang endingnya tetep, mengharapkan ridho alloh subhanahu wata'ala (apaan sih). Merubah dalam arti positif. Ane ingin ngerubah pola pikir dimulai dari diri sendiri supaya : " lo jangan cuma jadi orang  yang duduk manis disaat orang lain menikmati hasil jerih payah orang mereka. Lo harus bisa lebih dari mereka" dan endingnya? masih tahap proses masbro....
Disini ane tekankan masalah #NoUnderestimated . yap jangan pernah anggap rendah orang2 yang agan-agan liat sehari-hari yang kayanya gak ada daya guna sama sekali, berpendidikan rendah. Jangan sepelekan film bahkan hanya dengan low-rating, low-budget, atau dengan budget lewat minta pinggir jalan, jangan anggap remeh penyanyi dengan viewers di youtube nggak sampe jutaan, jam terbangnya masih rendah, atau bahkan “yang bisanya cuman cover lagu orang”. Tiap2 manusia di muka bumi diciptakan dengan segala “ke-khasan” dan perbedaan masing2.
Sengaja ane bikin beberapa part dengan alasan supaya keliatan banyak postingan aja ni blog.
Tanpa banyak bacot dan intermezzo sana-sini postingan ini ane persembahin buat kalian yang butuh referensi seputar musik mainstream, masalah genre musik yang kalian suka pas nonton film, dan buat kalian yang masih labil dan harus memilih antara bengbeng beku atau yang berkuah, so, this post special for you....

1. Furious 7 (See You Again)

Jangan pernah mengaku lo pengikut Furiouser Series (penggermar Fast&Furious. Ngarang..) kalo nggak tau apa lagu ending dari F7 ini. Yap, lagu yang di tulis oleh Charlie Puth, DJ Frank E,dan Wiz Khalifa ini berhasil memikat penonton dengan :    yap, betul, view count di youtbe yang besar dan download bajakan yang juga besar (kaya adminnya.. hehe). Lagu dengan genre hip-hop melow yang berdurasii tidak lebih dari 3:50 ini berhasil masuk 100 top billboard Amerika dan menjual 25.000 copy dalam minggu pertamanya. Hingga bulan april kemarin, ni lagu masuk ke urutan 84 di 100 top billboard dan menjual 160 ribu copy lebih lho!! (wiz, bagi gocap napa?).
Bahkan di Eropa, ni lagu masuk jajaran UK Singles Chart dan masuk urutan 22juga memecahan rekor untuk jumlah streaming sebanyak 3juta kali streaming, satu tingkat di bawah Payphone milik Maroon 5.
Lagu yg konon katanya sakitnya karna di guna-guna  benar2 bisa menginterpretasikan ending dari filmnya ini sangat mengena di hati. Pembawaan Charlie  puth dalam vokaljuga patut di acungi jari tengah dua jempol. Kurang lebih liriknya menceritakan tentang ikatan persahabatan yg erat, mencoba memanggil kembali sahabat yang tewas dalam kecelakaan mobil. Gaya vokal yang emosional juga ikut menunjang penjualan dari digital song nya.

2. Let it go (Frozen)

Ga bisa di pungkiri dampak dari laju ekonomi setelah rilisnya film yang satu ini. Para pelaku usaha mulai menggeliat lagi dengan produk dengan embel2 “frozen” buatan disney. Dimulai dari baju frozen, lagging anak, karpet, kaoskaki, celana dalem sempak anak sampe cd bajakan frozen, semua booming. Imbasnya? Ya sebagai anak musiman, ya ane juga tadinya kepincut tuh beli baju frozen, tapi, umur emang ga bisa di bohongin. Hasilnya? tadinya mau hunting baju di si mang2 pinggir jalan penjual baju frozen, dan hasilnya, ane di usir sama penjual dan di sodok2 pake gantar (galah) supaya pergi (emang ngusir orang gila mang?)
Let It Go adalah sebuah lagu dari Disney' yang dipersembahkan untuk soundtrack film Frozen. Lagu yang di tulis oleh Kristen Anderson-Lopez dan Robert Lopez yang kebetulan  pasangan suami-istri ini dibawakan oleh penyanyi tembem, Demi Lovato dalam versi pop.
Gak tanggung2, lagu ini meraih Academy Award for Best Original Song di tahun 2014 dan  Grammy Award for Best Song Written for Visual Media di 2015. Viewers nya di youtube juga mencapan ratusan juta. Termasuk trailernya. Mantep bener dah ah!.
Kesuskesan film+lagu ini bukan hanya mencakup Benua Amerika doang lho, tapi juga merambah ke seluruh belahan dada  dunia. Bahkan Filmnya juga di terjemahkan kedalam versi beberapa bahasa, termasuk ada versi Bahasa Indonesia. *bergidik ngeri.
Buat kalian yang yg suka versi remix dari lagu ini, ada beberapa referensi DJ keren yang bikin remixnya, ane kasih contoh, “Let It Go” remixed by: DJ Escape & Tony Coluccio Club Remix.

3. Ayat-ayat Cinta (Ayat-ayat Cinta)

Film sukses bergenre religi-romance garapan Hanung Bramantyo ini rilis pada tahun 2008. Diangkat dari novel dengan judul yang sama karya Habiburhman El Shirazy dan diperankan oleh beberapi cast high quality (di Indonesia), macam Fedi nuril, Rianti Cartwright Carissa Putri, Zakya A. Mecca dkk ini menuai banyak pujian.Termasuk dari ane yang pertama kali nonton ini film lewat DVD bajakan di tahun yg sama, kemudian nobar di laptop sodara (dosa berjamaah)
Ane stop paragrap di atas sebelum berubah menjadi review film! Back to song.
Soundtrack Ayat-ayat cinta adalah album yg dirilis Trinity optima Production (yg nge-label-in lagu2 Ungu) dan dinyanyikan dengan sangat mangstab oleh Rossa. Sempat di gadang2 sebagai soundtrack terbaik karena bisa langsung berada di chart teratas musik Indonesia dan bisa bertahan cukup lama lho!
Lagu yg ‘terlalu puitis tetapi manis’ (bahkan ane bikin covernya) ini sukses sejalan dengan filmnya. Jika Filmnya saja memperoleh Rekor MURI dengan penonton sebanyak 3,8 jeti, lagunya juga go internasional woy! Film+lagu dalam karya Hanung yang satu ini emang dapet banget chemistry-nya. Rossa bahkan merangkul gelar AMI Awards untuk kategori Artis solo Wanita Terbaik atas penampilannya. *decak kagum.
Dan selain sukses di dalam negeri, seperti yg ane udah bilang, film ini udah merambah dan di putar sampe ke Rep. Ceko sebagai kegiatan penghubung kebudayaan Indo-Ceko.
4. Pandangan Pertama (Get Married 2)

Sesi film komedi Indonesia boleh ane bilang mulai menggeliat kembali setelah film2 Ringgo Agus, Vincent, Desta, dan aktor slenge’an lainnya. Ane inget jaman jagad x code, bukan malin kundang, dan tentunya Get Married karya (lagi2) Om Hanung yg setau ane udah ada 5 sekuel. Widiiih!
Lagu ciptaan Alm. A. Rafiq, yang kemudian di aransemen ulang oleh Slank dan Nirina Zubir, yang sekaligus menjadi aktris di film ini berhasil menjadi tolok ukur keberhasilan dalam promo film. Penampilan Nirina yg nyentrik, naik di video klip maupun sbg pemeran jadi modal bagus juga dalam menjaring jumlah penonton.


No comments:

Post a Comment